KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
143. Benediktus VIII (1012-1024)
Benediktus VIII atau Theophilaktus II, anak kedua dari Gregorius , bangsawan Tuscolani lahir di roma. Terpilih menjadi paus pad 18 Mei 1012. Keluarga Kresensius berusaha mengambil alih posisi sebagai tuan atas Roma. Upaya mereka untuk memaksakan kandidatnya, Gregorius, ternyata tidak berhasail. Gregorius diusir dan Benediktus berhasil duduk di Takhta Kepausan, tentu saja karena dukungan kuat Raja HEndri II yang telah dimahkotai sebagai raja di Jerman.
Selama 12 tahun masa kepausannya terjadi hal-hal penting. Misalnya, bahwa kaum Sarasen dikalahkan oleh konvoi yang dipersenjatai Benediktus dengan bantuan Napoli, Genoa dan Pisa. Orang-orang Normandia mendarat di Italia. Mereka berasal dari Skandinavia yang baru saja kembali dari Yerusalem mempertahankan Tanah Suci. Datang dari Normandia di PErancis, mereka membuat markas di wilayah selatan Italia dan karena itu selalu berada pada pihak Gereja Roma untuk bertempur melawan kuasa kekaisaran. Benediktus mengundang sinode di Pavia yang melahirkan dekrit-dekrit pembaruan klerus. Secara khusus, ia mengundang bahwa para imam tidak boleh menikah. Disposisi juga disusun melawan praktik simony dan perang tanding (satu lawan satu) yang biasa dipraktikan ketika itu. Ia memerintahkan agar rumusan “Syahadat Nicea” (Aku Percaya) dinyanyikan dalam misa Kudus, setelah pembacaan Injil. Ia melakukan pembaruan Gereja. Ia mengunjungi St. Henrikus di Bamberg pada tahun 1020 dan memberkati katedral di kota itu. Benediktus wafat 9 April 1042.
|